dinadonk

this is dinadonk blog.com

Wednesday, December 08, 2004

Places We've Grown

Rumah. adalah tempat berlindung kita dari panas, dingin, angin, hujan, binatang buas. Rumah juga sebagai tempat kita tumbuh dewasa. Dan rumah akan membentuk gambaran atau cerminan dari pemilik rumahnya. Rumah tersebut akan menjadi rumah yang asri, tenang, damai, apabila pemiliknya menjaganya dengan sepenuh hati dan penuh rasa ikhlas..

Tapi, ketika suatu perjalanan panjang akan kita tempuh, dimanakah kita akan berlindung..? Dimanakah kita akan tidur.?
Yang terpenting. Di mana pun kita berada, di mana pun bumi yang kita pijak, di situlah rumah kita berada.!!! Lalu di manakah saudara-saudara kita, di manakah orang tua kita.? Orang-orang yang ada di sekitar kita itulah, yang akan menjadi saudara kita. yang akan menjadi orang tua kita. Jadi di mana pun kau berada, berusahalah menjadi tuan rumah yang baik, berusahalah menjadi kakak atau adik yang baik, berusahalah menjadi tetangga yang baik. karena segala sesuatu yang ada di sekeliling kita itulah yang akan menjadi rumah kita, yang siap melindungi kita, yang siap membantu kita apabila kita kesulitan, yang akan menjaga kita. Jadi di mana pun kita berada, di situlah rumah kita..

kehormatan

Dimanakah sebenarnya kehormatanmu ?
Bila suatu saat seorang tak dikenal mencakar wajahmu, mencabik bajumu, dan memperkosamu, apakah itu berarti ia sudah mengambil kehormatanmu ?

Apa yang akan engkau lakukan terhadap kehormatanmu ?
Suatu hari engkau gagal, engkau jatuh terperosok dalam kehidupan gelap, apakah engkau akan mengatakan bahwa kehormatanmu sudah lenyap dan engkau tak ingin hidup lagi ?.

Kehormatan itu indah, walaupun kadang sakit. Kehormatan itu ada pada jiwa bukan pada wujud.

mendengar

Mendengar ternyata lebih sulit dibanding berbicara.
Hingga banyak orang menjadi gagal karena sulit bersikap baik
dikala berposisi sebagai pendengar

manusia

Manusia belajar terbang seperti burung dan berenang di lautan laksana ikan,
tetapi mereka justru sering gagal hidup di bumi sebagai manusia

Monday, December 06, 2004

Cuma Dia yang tahu..

Ketika kita berbuat suatu kebaikan kepada orang lain, mengapa ya, orang lain selalu berkata bahwa kita pasti ada maunya.. Dan ketika kita berusaha berkata jujur kepada orang lain, mengapa ya, orang lain selalu berkata :
bahwa kita berkata bohong dan jangan ada yang percaya..
Ketika kita berusaha bekerja dengan segala kemampuan kita yang ada, mengapa ya, kita selalu dianggap cari muka saja... Dan ketika kita selalu berusaha menerima masukan dan nasehat orang lain, mengapa ya selalu saja orang lain berkata bahwa kita egois dan seenaknya sendiri....

Tapi. sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara kita dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara kita dan orang lain. Jangan perdulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kita lakukan. Tetapi, percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur, dan Dia dapat melihat ketulusan hati kita.

Jadi, teruslah berbuat kebaikan, apa yang menurut Anda baik, apa yang bisa, maka kerjakanlah, niscaya semuanya tidak akan pernah sia-sia.

intuisi

Seberapa besar kita percaya pada yang namanya intuisi atau bisikan hati...
Terkadang bisikan hati itu memberi tahu kita tentang sesuatu yang akan terjadi. Kebanyakan dari kita memiliki intuisi, sadar atau tidak...

Kita terbiasa untuk meragukannya atau tidak mempercayainya atau bahkan mungkin melawan kodrat itu dan menepis setiap bisikan hati yang muncul ...
Sering sekali kita tidak menyadarinya sampai kemudian segala sesuatunya telah terlanjur terjadi ...

Hari ini, dengarkanlah bisikan hati itu, sekecil atau sehalus apapun itu... mungkin saja itu sapaan Tuhan pada kita ....