dinadonk

this is dinadonk blog.com

Thursday, December 02, 2004

takkan pernah sebanding...

Sobat, pernahkah dirimu merasakan apa yang sedang kurasakan saat ini?
Sewaktu bayi, entah berapa kali kita mengganggu tidur nyenyak ayah yang mungkin sangat kelelahan setelah seharian bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita.

Mungkin juga kotoran kita ikut tertelan Ibu ketika kita buang 'pup' di saat ibu sedang makan. Ibu juga tidak peduli ketika teman-temannya marah karena membatalkan acara yang sangat penting karena tiba-tiba anaknya sakit.

Kekhawatiran demi kekhawatiran tiada pernah henti mengunjungi mereka setiap kali kita melangkah. Beranjak dewasa, betapa tabahnya ayah dan Ibu menerima pembangkangan demi pembangkangan yang kita lakukan.

Mereka hanya bisa mengelus dada karena teman-teman di luar sana lebih berarti daripada mereka. Jarang sekali sekali kita mau menyisakan waktu untuk menyelami mimik wajah mereka yang penuh kecemasan ketika kita pulang telat, karena ayah dan ibu selalu menyambut kita dengan senyum.

Sobat, pernahkah dirimu bangun tengah malam dan mendengar tangisan Ibu dalam doanya ?
Tangisan dan doa itulah yang mengantar kesuksesan kita. Pernahkah kita tahu Ayah dan ibu terluka dan mengiba kepada Tuhan agar kita jangan dilaknat, agar Tuhan mau mengampuni kita dan memberikan kehidupan terbaik untuk kita?

Wednesday, December 01, 2004

arti sebuah sapaan.

Apalah artinya sebuah sapaan ? Coba kita ucapkan: "Hallo!" atau "Hai!"
Begitu bunyinya. Cuma satu kata. Pendek. Singkat.
Apalah artinya sebuah sapaan?
Apalagi kalau yang kita tuju adalah orang yang kita ingkari maknanya bagi diri kita. Orang yang mungkin sebetulnya penting bagi diri kita. Tapi makin ia penting, makin gengsi pula kita untuk menyapanya.

Apalah artinya sebuah sapaan ?
Saya tidak pernah tahu artinya sampai ketika kemarin saya mendapat kabar dari seorang sahabat dekat saya yang sudah lama tidak bertegur sapa. Dia bilang, "Gue sudah baikan sama Papa. Tadi pagi gue telepon Papa. Gue cuma bilang,'Halo, Pa, apa kabar?' Papa diam saja, tapi saya tahu dia menangis. Lebaran ini aku akan pulang dan baikan lagi sama Papa."Saya menarik napas lega mendengar ceritanya. Hanya karena sebuah sapaan.

Jadi, apa artinya sebuah sapaan?
Jawabnya ada di hati kita masing-masing.